Welcome To

Regnbue Gacha

Ask and Thou Shalt Receive.

Indonesia Tidak Lolos Playoff di EWC nomor MLBB

Publik Land of Dawn dikejutkan dengan gagalnya Indonesia masuk play off di Esports World Cup nomor Mobile Legends Bang-Bang. Indonesia sendiri terkenal sebagai rival Filipina dan selalu berebut juara di berbagai ajang internasional MLBB.

Setelah Evos gugur di grup A, kini sang raja langit Fnatic Onic harus jatuh di grup B. Dalam sistem Best of 2 ini, Onic tidak bisa merebut poin dari See You Soon dan hanya mendapatkan 1 poin dari Selangor Red Giant.

Tidak Mencari Kambing Hitam

Kekalahan Fnatic Onic mungkin adalah hal yang paling tidak terduga bagi semua orang. Fnatic Onic sendiri menguasai panggung MPL Indonesia dengan kemenangan berturut-turut mereka selama 4 season. Maka wajar jika banyak yang kecewa dengan hasil pertandingan ini. Spekulasi turut bermunculan.

Tetapi Coach Yeb selaku head coach Fnatic Onic tidak ingin menyalahkan siapapun. “Kami bermain di setiap turnamen dan setiap game dengan memberikan yang terbaik. Tetapi kami kalah, itu saja. Tidak ada alasan apapun.,” kata Coach Yeb dalam interviewnya bersama Oneesports.

Sementara itu performa Evos memang tampak kurang sejak hari pertama. Mereka selalu berbagi poin dengan lawannya hingga akhirnya kalah 0-2 melawan Fire FLux.

Terima kasih untuk Evos dan Fnatic Onic. Nice Try, comeback stronger!

Rekomendasi Anime Summer 2024...

Musim panas sudah dimulai. Kini musim yang identik dengan...

Kompetisi Pengumpulan Karya Fan...

Ekspresikan idemu, definisikan senimu! Kompetisi Karya Fan Art perdana...

Genshin Impact Versi 4.8...

Update terbaru ini menghadirkan sebuah peta bertema yang unik,...

Sanksi Keras Moonton kepada...

Drama pelanggaran yang dilakukan tim See You Soon mencapai...

Esports World Cup 2024:...

ESports World Cup 2024 tengah menjadi perbincangan panas di...

Rez Dyloch: Menang Turnamen...

Berprofesi sebagai atlet Esports tentu kemenangan adalah tujuan utama....

Rekomendasi Anime Summer 2024 Non Sekuel (Bagian Pertama)

Musim panas sudah dimulai. Kini musim yang identik dengan suhu tinggi ini sudah memasuki minggu keduanya. Kalian pikir sudah terlambat merilis rekomendasi anime musiman?...

Kompetisi Pengumpulan Karya Fan Art Global Pertama Zenless Zone Zero, Drip Fest, Telah Dibuka Untuk Pengajuan

Ekspresikan idemu, definisikan senimu! Kompetisi Karya Fan Art perdana ini menghadirkan kesempatan luar biasa bagi para Proxy berbakat untuk memamerkan kreativitas mereka. 8 Juli 2024,...

Genshin Impact Versi 4.8 Menghadirkan Sebuah Petualangan Musim Panas di Peta Waktu Terbatas Baru, Simulanka!

Update terbaru ini menghadirkan sebuah peta bertema yang unik, kostum baru untuk Nilou dan Kirara, serta Karakter 5 Bintang baru, Emilie! Singapura, 5 Juli 2024...

Sanksi Keras Moonton kepada See You Soon

Drama pelanggaran yang dilakukan tim See You Soon mencapai babak akhir. Moonton memberikan sanksi tegas setelah investigasi mendalam. Awal Permasalahan See You Soon Awalnya See You...

Esports World Cup 2024: Turnamen Esports Terbesar di Dunia

ESports World Cup 2024 tengah menjadi perbincangan panas di kalangan pegiat eSports. Memangnya apa itu EWC 2024 dan kenapa kita perlu FOMO? Di sini...

Rez Dyloch: Menang Turnamen Tapi Malah Rungkad, Lho Kok Bisa?

Berprofesi sebagai atlet Esports tentu kemenangan adalah tujuan utama. Karena dengan memenangkan turnamen kita mendapatkan uang. Selain uang hadiah, kita juga bisa mendapatkan exposure...

Zenless Zone Zero Mengumumkan Kolaborasi Musik Global Pertama dengan DJ Tiësto, Pemenang Penghargaan Grammy

Perpaduan kreativitas yang luar biasa tentunya akan menciptakan musik yang spektakuler. Nantikan OST dengan sensasi futuristik hasil kolaborasi Zenless Zone Zero dengan Tiësto pada...

Catatan Perjalanan Paripico Day 1: Aku Masuk Dalam Isekai Di Jogja

Paripico yang berlokasi di Terminal B Adisutjipto pada tanggal 8-9 Juni telah selesai digelar. Ini merupakan kali kedua Paripico mengadakan acara mereka di lokasi...

32 Player Di-ban karena Match Fixing

Mungkin ini adalah match fixing terbesar sepanjang sejarah eSports. Umumnya match fixing hanya melibatkan 1-2 orang atau mentok 2 tim sekaligus. Tetapi dalam kasus...