Kembali lagi di pasar wibu terbesar yang diselanggarakan 2x setahun: Comifuro. Meski sudah 23 kali diselenggarakan, nampaknya antusiasme Comifuro tidak pernah padam, bahkan semakin membara.
Venue Lebih Besar
Hal pertama yang Regnbue sadari adalah bertambahnya hall 5, membuat Comifuro tahun ini memiliki 6 hall dari hall 5 sampai hall 10. Dengan venue sebesar ini, Comifuro menampung lebih dari 1500 kreator. Salah satunya adalah Ateris by Regnbue yang sempat absen di Comifuro 22. Setelah revamp, Ateris by Regnbue masih mengusung character inspired perfume tetapi dengan produk-produk terbaru mereka.
Secara umum layout Comifuro 23 tidak jauh berbeda dengan Comifuro 22. Yang sedikit membedakan adalah Booth Komunitas yang tidak lagi membelakangi main stage tetapi menghadap ke arah booth tenant. Sekarang juga tidak ada kursi-kursi di depan booth komunitas sehingga lebih banyak ruang lapang yang bisa dimanfaatkan pengunjung dan dari komunitas itu sendiri.
Sekarang kita ke belakang venue. Seperti Comifuro sebelum-sebelumnya, di bagian Loading Dock kita akan bisa menemukan banyak stand FnB. Tetapi karena venue yang semakin besar, sekarang ada 3 area duduk yang bisa digunakan untuk makan dan beristirahat. Selain itu panita juga sudah menyediakan tempat sholat yang cukup besar di Loading Dock 7.
Dimeriahkan oleh Holostars
Di main stage sendiri pengunjung ditemani dengan beberapa event seru seperti nobar anime dengan Muse Indonesia dan panel yang diisi oleh talent-talent Hololive. Pada hari pertama ini kita ditemani Creative Talk Show bersama Ploopy Animation Studio, Nobar Ksatria Kelas Berat dengan Muse, Virtual Performance oleh Arunika Virtual Agency, dan terakhir panel yang diisi oleh member Holostars.
Akhir Kata
Tetapi menurut Regnbue, Comifuro masih memiliki masalah yang sama. Bukan tentang antreannya (ini juga, tetapi ada masalah lain) yaitu sulitnya mencari komik di sini. Ada banyak sirkel yang berjualan komik, tetapi karena mereka terpencar, maka sulit untuk wibu jompo ini jika harus mengecek booth satu per satu. Hasilnya tidak sampai setengah blok yang berhasil disisir. Regnbue masih berharap ada katalog khusus komik atau tempat untuk memajang judul-judul komik yang dijual.
Overall, Comifuro 23 kali ini sangat seru. Semakin megah, tetapi juga semakin capek jalan kaki. Mungkin Comifuro selanjutnya harus ada booth pijat untuk wibu-wibu jompo ini.
