Ada satu momen musim panas 2024 di mana lini masa anime dipenuhi orang yang tiba-tiba jadi “ahli bahasa Rusia” dadakan, cuma gara-gara nonton cewek fiksi bergumam sendiri lalu pura-pura nggak ketahuan. Tokidoki Bosotto Roshiago de Dereru Tonari no Alya-san, atau yang lebih akrab disebut Roshidere, jadi salah satu rom-com paling ribut dibahas musim itu. Kami penasaran: setelah hype-nya agak reda dan Season 2-nya malah mundur ke 2027, apa sebenarnya yang beneran ditulis orang-orang di kolom review dan forum? Bukan kesan sekilas, tapi dibaca satu-satu: 223 review formal di MyAnimeList (MAL) dan AniList, ditambah hampir 8.000 post/komentar forum dari 163 thread di kedua situs. Semuanya diproses, ditandai temanya, dan dipecah per kelompok biar angkanya nggak menyesatkan. Tulisan ini hasilnya.
Pendahuluan
Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian (時々ボソッとロシア語でデレる隣のアーリャさん) adalah serial light novel karya Sunsunsun dengan ilustrasi Momoco. Awalnya cuma dua cerita pendek yang diunggah di situs Shousetsuka ni Narou pada Mei 2020, sebelum diakuisisi Kadokawa dan diterbitkan resmi di bawah imprint Kadokawa Sneaker Bunko sejak Februari 2021. Adaptasi manganya digarap Saho Tenamachi dan terbit di Magazine Pocket milik Kodansha sejak Oktober 2022.
Adaptasi anime-nya dikerjakan studio Doga Kobo dengan Ryota Ito sebagai sutradara, tayang 12 episode dari 3 Juli sampai 18 September 2024 (musim panas 2024). Menurut data resmi AniList per akhir pengumpulan data tulisan ini, anime ini duduk di #1 anime paling populer musim panas 2024, meski begitu, untuk cakupan setahun penuh posisinya “cuma” #7 paling populer 2024 dan #51 rating tertinggi 2024 (dua angka populer-vs-rating dan musiman-vs-tahunan ini beda basis perhitungan, jadi kami pisahkan biar nggak ketuker). Season 2 sudah diumumkan sejak September 2024, tapi tanggal tayangnya sempat mundur dari rencana 2026 ke 2027 (pengumuman Februari 2026), fakta yang, seperti akan kelihatan nanti, cukup mewarnai obrolan di forum belakangan ini.
Tulisan ini punya satu tujuan sederhana: melihat, secara deskriptif dan apa adanya, tema apa saja yang paling sering muncul di tulisan penonton yang merekomendasikan anime ini dibanding yang tidak, dan apakah pola itu berubah antara obrolan sebelum tayang, selama tayang per-episode, dan setelah tayang selesai.
Audio-Visual
Dari sisi visual, ini salah satu area yang paling jarang jadi keberatan. Di seluruh 211 review MAL, sekitar 56% menyinggung animasi atau gaya gambar secara eksplisit, dan mayoritas nadanya positif, memuji kualitas produksi Doga Kobo dan desain karakter yang konsisten dengan ilustrasi Momoco di light novel. Reviewer whiteflame55 misalnya mencatat animasi fan-service di awal seri sebagai light but exceedingly well-animated
, sementara beberapa review “Not Recommended” pun tetap mengakui bagian visual sebagai satu-satunya poin plus, pola “visualnya bagus, tapi…” ini muncul cukup sering di seluruh spektrum verdict, bukan cuma di review positif.
Dari sisi audio, dua hal paling sering dibahas: akting suara Sumire Uesaka sebagai Alya, termasuk aksen Rusia-nya, beberapa pengaku penutur asli Rusia di forum bahkan sampai berdebat satu sama lain soal ini, sebagian bilang tata bahasa dan pilihan katanya sudah tepat tapi aksennya kentara “terdengar Jepang”, sebagian lain menilai masih cukup mudah dipahami walau tidak sehalus penutur asli. Lagu penutup (ending) juga ramai dibahas, dan diganti setiap episode, sesuatu yang beberapa reviewer sebut sebagai tanda perhatian ekstra dari studio, meski tidak semua suka tiap pilihan lagunya. Salah satu episode memakai lagu ending yang mengingatkan penonton langsung pada The Melancholy of Haruhi Suzumiya, dan momen itu sendiri sempat jadi obrolan cukup ramai di forum. Dub bahasa Inggrisnya juga jadi bahan obrolan tersendiri, dengan opini yang cukup terbelah: sebagian menilai delivery dub-nya pas dan menambah kesan komedik, sebagian lain merasa momen tertentu kurang pas dibanding versi sub aslinya.
Analisis Tematik
Bagian ini dari analisis konten campuran (mixed-methods content analysis): kami baca dekat sampel review dan post forum untuk menyusun skema 26 tema, lalu terapkan skema itu sebagai keyword-tagging ke 100% data, bukan cuma sampel, lewat skrip, dan diaudit dua putaran (termasuk mengecek jebakan kata pendek seperti “war” yang di data ini 40%-nya ternyata cuma bagian dari judul anime lain, Kaguya-sama: Love is War, dan sudah kami saring keluar). Semua angka di bawah ini deskriptif, menggambarkan pola di data yang terkumpul, bukan hasil uji statistik atas populasi penonton secara umum.
Skor: positif, tapi mari pakai N yang benar
Grafik 1. Distribusi skor resmi MAL (N=292.693 vote) dan AniList (N=82.540 vote).
MAL, skala 1–10 (rata-rata 7,52)
| 1 | 0% | |
| 2 | 0% | |
| 3 | 1% | |
| 4 | 2% | |
| 5 | 4% | |
| 6 | 11% | |
| 7 | 29% | |
| 8 | 30% | |
| 9 | 13% | |
| 10 | 9% |
AniList, skala 10–100 (rata-rata 76,4)
| 10 | 1% | |
| 20 | 0% | |
| 30 | 1% | |
| 40 | 2% | |
| 50 | 4% | |
| 60 | 9% | |
| 70 | 23% | |
| 80 | 31% | |
| 90 | 19% | |
| 100 | 10% |
Panjang batang = jumlah vote. N adalah pemberi skor asli, bukan total anggota (MAL 534.022; AniList 206.152).
Sumber: data sekunder, diolah.
Di MAL, skor 1–10 anime ini punya 292.693 vote asli, bukan 534.022 “Total anggota” yang sering dipakai orang sebagai basis, sebab angka itu juga mencakup status “Plan to Watch” dan “Dropped” yang tidak pernah memberi skor. Dari 292.693 vote itu, rata-ratanya 7,52/10 (median di skor 8, mayoritas menumpuk di 7–8). Di AniList, dari 82.540 vote asli (bukan 206.152 anggota terdaftar), rata-ratanya 76,4/100, dekat dengan angka 75 yang ditampilkan AniList sendiri di halaman resminya. Dua platform ini punya basis pengguna yang beda, tapi bentuk distribusinya senada: condong ke positif, dengan ekor kiri (skor sangat rendah) yang tipis.
Verdict formal: label vs angka di baliknya
Grafik 2. Atas: jumlah review per label verdict. Bawah: sebaran rating numerik 1–10 di balik tiap label (kotak = kuartil 1–3, garis tebal = median).
| Recommended | 97 (46%) | |
| Mixed Feelings | 73 (35%) | |
| Not Recommended | 41 (19%) |
| Recommended |
|
median 8, mean ≈8,3 | ||||||
| Mixed Feelings |
|
median 6, mean ≈6,2 | ||||||
| Not Recommended |
|
median 4, mean ≈4,4 |
Skala 1–10. Kotak = kuartil 1–3, garis tebal = median, garis tipis = rentang tanpa outlier.
Sumber: data sekunder, diolah.
Dari 211 review formal MAL, 97 (46%) diberi label “Recommended”, 73 (35%) “Mixed Feelings”, dan 41 (19%) “Not Recommended”. Menariknya, label ini tidak selalu berbaris rapi dengan rating numerik 1–10 yang sama-sama ditulis reviewer di review yang sama, ada beberapa review “Mixed Feelings” dengan rating serendah 2, dan sebaliknya ada “Not Recommended” dengan rating setinggi 7. Ini bukan berarti datanya rusak; kemungkinan reviewer punya kriteria sendiri soal kapan sebuah angka “layak direkomendasikan”, jadi kami memakai label verdict (bukan cuma angka mentah) sebagai basis pengelompokan tema di bawah.
Catatan tambahan: 34% dari 211 review MAL (71 review) berstatus “Preliminary”, ditulis reviewer sebelum menonton seluruh 12 episode (rata-rata baru menonton sekitar 5–6 dari 12 episode). Kami tetap memasukkannya dalam full census sesuai cakupan aslinya, tapi ini berarti sepertiga opini di data ini adalah kesan-berjalan, bukan penilaian atas serial yang sudah tuntas ditonton.
Tema mana yang paling membedakan kelompok “suka” dan “tidak suka”
Grafik 3. Prevalensi 9 tema utama, dipecah per grup verdict, review MAL, N=211.
| Gimmick ‘bisik Rusia’ | 52% | |
| 52% | ||
| 63% | ||
| Arc OSIS/pemilu | 28% | |
| 47% | ||
| 51% | ||
| Komedi | 58% | |
| 51% | ||
| 73% | ||
| Pacing/pengulangan | 26% | |
| 45% | ||
| 37% | ||
| Klise & formula | 42% | |
| 44% | ||
| 51% | ||
| Fan-service | 21% | |
| 27% | ||
| 44% | ||
| Lelucon incest/siscon | 14% | |
| 11% | ||
| 39% | ||
| Sebut Season 2 | 33% | |
| 26% | ||
| 10% | ||
| ‘Cute’/menggemaskan | 42% | |
| 37% | ||
| 27% |
Recommended Mixed Feelings Not Recommended
% review dalam grup verdict yang menyinggung tema ini.
Sumber: data sekunder, diolah.
Sembilan tema di atas dipilih karena polanya paling jelas berbeda antar kelompok verdict (dari total 26 tema yang di-tag). Beberapa catatan:
• Gimmick inti ceritanya sendiri (Alya “membisikkan” isi hatinya dalam bahasa Rusia) disinggung di lebih dari setengah review di ketiga kelompok, tapi proporsinya paling tinggi (63%) justru di kelompok “Not Recommended”. Kesan kualitatif dari membaca sampelnya: kritik yang sering muncul bukan pada gimmicknya sebagai ide, tapi pada penerapannya, beberapa reviewer merasa premis “cuma dia yang paham dia paham Rusia” jarang benar-benar dieksplorasi lebih jauh dari lelucon awal.
• Arc OSIS/pemilu ketua OSIS adalah salah satu pembeda paling tajam: cuma 28% review “Recommended” menyinggungnya, tapi naik ke 47–51% di “Mixed Feelings” dan “Not Recommended”. Ini konsisten dengan pola di forum (lihat grafik episode di bawah), arc ini memang jadi fokus utama paruh kedua musim.
• Lelucon bernuansa incest/siscon (di seputar karakter Yuki) mencolok: dari 14% di “Recommended” dan 11% di “Mixed Feelings”, melonjak ke 39% di “Not Recommended”, salah satu lompatan terbesar di seluruh tema yang kami ukur.
• Fan-service menunjukkan pola serupa (21% → 27% → 44%), meski beberapa reviewer yang menyinggungnya tetap memberi verdict positif, jadi ini bukan berarti fan-service otomatis bikin orang tidak suka, cuma lebih sering disebut saat orang tidak suka.
• Sebaliknya, menyebut ketertarikan pada Season 2 jauh lebih umum di “Recommended” (33%) dibanding “Not Recommended” (cuma 10%), masuk akal, orang yang menikmati season pertama secara alami lebih ingin lanjutannya.
• Satu pola yang perlu dibaca hati-hati: komedi disinggung paling sering justru di kelompok “Not Recommended” (73%, dibanding 58% “Recommended”). Dari sampel yang kami baca, ini tampaknya bukan berarti Not Recommended = komedinya jelek, di beberapa review, komedi justru disebut sebagai satu-satunya hal yang dipuji di tengah keberatan lain. Angka agregat seperti ini gampang disalahpahami sebagai “makin dibahas makin buruk”, padahal arahnya bisa dua-duanya; ini murni pola ko-kemunculan kata, bukan penilaian sentimen otomatis.
Obrolan forum: sebelum tayang vs selama tayang vs setelah tayang
Forum MAL untuk judul ini ternyata jauh lebih ramai dari perkiraan awal kami: 145 thread, 7.614 post, dengan rentang tanggal dari pengumuman anime (Maret 2023) sampai mendekati tanggal pengumpulan data ini (awal September 2026), dibanding forum AniList yang jauh lebih ramping (18 thread, 338 komentar). Karena sebagian thread MAL murni berita produksi dari sebelum episode 1 tayang, kami memisahkan post forum ke tiga fase: pra-tayang (420 post, sebelum 3 Juli 2024), selama tayang (3.628 post, dari 12 thread “Episode N Discussion”), dan umum/topikal (3.566 post, thread diskusi bebas yang tidak terikat episode tertentu, sebagian besar juga pasca-tayang).
Grafik 4. Prevalensi tema di forum MAL, dipecah per fase tayang.
| Berita produksi | 12% | |
| 2% | ||
| 1% | ||
| LN/manga | 20% | |
| 11% | ||
| 15% | ||
| Hype/ekspektasi | 5% | |
| 3% | ||
| 2% | ||
| Arc OSIS/pemilu | 0% | |
| 11% | ||
| 4% | ||
| Fan-service | 2% | |
| 6% | ||
| 6% | ||
| Lelucon incest/siscon | 0% | |
| 3% | ||
| 3% | ||
| Sebut Season 2 | 2% | |
| 7% | ||
| 4% | ||
| Romansa | 8% | |
| 9% | ||
| 6% |
Pra-tayang (n=420) Selama tayang (n=3.628) Umum (n=3.566)
% post forum dalam fase ini yang menyinggung tema.
Sumber: data sekunder, diolah.
Pola yang muncul cukup masuk akal: obrolan soal berita produksi (studio, jadwal siar, dsb) mendominasi fase pra-tayang (12% post) lalu nyaris hilang begitu serial benar-benar tayang (1–2%), orang berhenti membahas jadwal begitu jadwalnya sudah terjadi. Sebaliknya, obrolan arc OSIS praktis nol di pra-tayang (0,2%, arc ini memang baru muncul di paruh kedua cerita) lalu naik ke 11% begitu episode-episode terkait tayang. Fan-service juga rendah di pra-tayang (1,7%, kemungkinan reaksi ke visual promosi yang sudah lebih dulu beredar) sebelum naik ke 6% begitu episode mulai tayang. Lelucon incest/siscon malah benar-benar nol sebelum tayang, konsisten dengan sifatnya sebagai reaksi ke momen spesifik di dalam anime yang tidak bisa diantisipasi dari trailer atau materi promosi.
Tren tema sepanjang 12 episode
Grafik 5. Tren 5 tema sepanjang 12 episode, dari thread “Episode N Discussion” (kolom Post = jumlah post di tiap thread).
| Ep | Arc OSIS | Komedi | Fan-service | Lelucon siscon | Pacing | Post |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 6% | 14% | 12% | 0% | 2% | ≈50 |
| 2 | 5% | 17% | 15% | 8% | 2% | ≈400 |
| 3 | 1% | 5% | 2% | 1% | 4% | ≈350 |
| 4 | 17% | 3% | 1% | 0% | 5% | ≈270 |
| 5 | 8% | 14% | 15% | 10% | 2% | ≈370 |
| 6 | 12% | 7% | 1% | 1% | 4% | ≈222 |
| 7 | 24% | 10% | 2% | 2% | 4% | ≈246 |
| 8 | 23% | 10% | 5% | 0% | 8% | ≈282 |
| 9 | 7% | 12% | 14% | 1% | 4% | ≈352 |
| 10 | 4% | 10% | 3% | 2% | 3% | ≈248 |
| 11 | 11% | 5% | 4% | 0% | 4% | ≈285 |
| 12 | 13% | 7% | 3% | 2% | 5% | ≈555 |
Makin pekat warna, makin banyak post di episode itu yang menyinggung tema. Angka dibulatkan dari grafik; kolom Post adalah perkiraan jumlah post per thread. Thread ep.1 cuma sekitar 50 post, jadi persentasenya lebih goyah.
Sumber: data sekunder, diolah.
Menelusuri lima tema ini episode demi episode (dari 12 thread “Episode N Discussion” khusus, total 3.628 post) memperlihatkan beberapa titik lompatan yang jelas dan masuk akal secara naratif: obrolan soal arc OSIS/pemilu melonjak tajam di episode 7–8 (puncak konflik pemilihan ketua OSIS) dan naik lagi menjelang penutup di episode 11–12. Lelucon incest/siscon dan fan-service sama-sama memuncak di episode 5, episode yang tampaknya jadi titik paling ramai dibahas untuk dua tema ini sekaligus. Keluhan soal pacing/pengulangan relatif rendah dan naik-turun di paruh pertama, lalu mencapai titik tertingginya di episode 8, kemungkinan menandakan mulai munculnya rasa lelah penonton terhadap formula yang berulang.
Satu hal yang jarang dilihat orang: panjang review
Grafik 6. Sebaran panjang teks review (jumlah kata) per grup verdict.
| Recommended |
|
median 237 kata (n=97) | ||||||
| Mixed Feelings |
|
median 202 kata (n=73) | ||||||
| Not Recommended |
|
median 336 kata (n=41) ▶ |
Skala 0–900 kata. Kotak = kuartil 1–3, garis tebal = median. Sumbu dipotong di 900; review terpanjang aktual 3.371 kata (▶ = rentang terus melewati batas).
Sumber: data sekunder, diolah.
Review “Not Recommended” secara median jelas lebih panjang (336 kata) dibanding “Recommended” (237 kata, selisih +42%) maupun “Mixed Feelings” (202 kata, selisih +66%). Pola ini cukup umum ditemui di data review platform apa pun, orang yang kecewa pada sesuatu cenderung merasa perlu menjelaskan alasannya lebih panjang lebar, sementara pujian yang puas kadang cukup ditulis singkat. Ini murni pola deskriptif soal panjang teks, bukan indikasi kualitas argumen.
Implikasi pada Pendapat Penulis
Beuh, selesai sama bagian data-datanya. Secara garis besar penulis cukup setuju dengan tema-tema yang diangkat. Dari sembilan tema yang dipetakan di atas, ada satu benang merah yang cukup kentara: anime ini tampaknya paling disukai justru ketika ia menjauh dari premis intinya sendiri. Gimmick “berbisik dalam bahasa Rusia” disinggung di lebih dari separuh review di ketiga kelompok verdict, tapi proporsinya malah tertinggi (63%) di kelompok “Not Recommended”, dan kesan saya dari membaca sampelnya, reviewer yang membahasnya panjang lebar lebih sering mengeluhkan gimmick itu terasa dangkal ketimbang memujinya. Kalau benar begitu, agak ironis: elemen yang jadi identitas dan daya tarik utama serial ini di permukaan (sampai jadi nama julukan “Roshidere”-nya sendiri) justru yang paling sering jadi sasaran kritik saat dibahas serius.
Arc OSIS adalah titik gesekan paling nyata secara struktural, bukan cuma soal selera: lompatan dari 28% (Recommended) ke 47–51% (Mixed Feelings/Not Recommended) itu salah satu yang paling tajam di seluruh tema yang kami ukur, dan itu konsisten dengan lonjakan obrolan forum di episode 7–8 yang sama. Jadi soal stigma ini anime Arc OSISnya berjilid-jilid seperti kasus ijazah palsu, didukung oleh data, karena di LN pun masih arc OSIS. Ini dapat dibaca sebagai indikasi bahwa arc ini, yang makan porsi besar paruh kedua, episode 6-an, kurang berhasil mempertahankan penonton yang tadinya datang untuk dinamika romansa dan komedi situasionalnya, meski ini kesan kualitatif saya sendiri dari sampel yang dibaca, bukan sesuatu yang bisa dibuktikan cuma dari angka prevalensi tema saja.
Pola fan-service (21%→27%→44%) dan lelucon incest/siscon (14%→11%→39%) yang sama-sama melonjak tajam di kelompok “Not Recommended” juga bikin saya menduga, lagi-lagi ini dugaan, bukan kesimpulan pasti, bahwa dua elemen ini punya semacam “titik jenuh” bagi sebagian penonton: kadar tertentu masih bisa diterima sebagai bumbu komedi rom-com biasa, tapi begitu porsinya terasa berlebih, ia mulai menggeser opini ke arah negatif ketimbang berdiri netral. Di sisi lain, korelasi antara minat pada Season 2 dan verdict “Recommended” (33% vs 10%) menurut saya jadi sinyal yang cukup sehat: mereka yang menikmati season pertama secara wajar terdorong ingin lanjutannya, dan ini konsisten dengan skor rata-rata yang condong positif di kedua platform.
Terlepas dari itu semua, yang sangat meyakinkan itu pastinya kualitas produksi (animasi, desain karakter, musik) yang sama sekali bukan sumber ketidakpuasan utama, bahkan di antara review “Not Recommended”, banyak yang tetap menyebutnya sebagai satu-satunya poin plus. Karena akhirnya ini berbasis LN, dan LN-nya sedang berjilid-jilid bahas di sekitar OSIS, maka tergantung bagaimana nanti diadaptasinya agar mematahkan stigma dimilking di OSIS.
Penutup
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: apa sebenarnya yang ditulis orang soal Roshidere? Gambaran dari 8.193 tulisan yang kami proses ini condong positif tapi tidak seragam, skor rata-rata di kedua platform berada di kisaran atas-menengah (7,52/10 di MAL, 76,4/100 di AniList), dengan hampir separuh review formal MAL memberi label “Recommended” penuh. Daya tarik utamanya, dari pola tema yang muncul, ada di dinamika antar-karakter (terutama trio Alya–Kuze–Yuki) dan komedi situasionalnya, sementara titik gesekan paling konsisten justru datang dari arc OSIS yang mengambil porsi besar paruh kedua musim, plus lelucon fan-service dan incest/siscon yang tampak berasosiasi kuat dengan review kurang positif. Minat pada Season 2 masih cukup terlihat di kalangan penonton yang menikmati season pertama, relevan mengingat season itu sendiri kini tertunda sampai 2027.
Yang jelas, ulasan formal dan obrolan forum di dua platform ini bukan potret representatif seluruh penonton dunia, mereka yang meluangkan waktu menulis review atau ikut nimbrung di forum bahasa Inggris cenderung sudah punya opini cukup kuat (positif maupun negatif) untuk repot-repot menuliskannya, dan skewnya condong ke komunitas MAL/AniList berbahasa Inggris, bukan basis penonton global secara keseluruhan. Ada kemungkinan juga bias orang-orang barat yang memang tidak umum dengan budaya fan service anime Jepang, kan biasanya drama.
Catatan Metodologi
Data berasal dari ekspor halaman resmi MAL dan AniList (snapshot awal September 2026) dengan total 8.193 record, yaitu 211 review formal MAL, 12 review formal AniList, 7.614 post forum MAL, dan 356 entri forum AniList, yang semuanya diproses penuh (full census, tanpa sampling) dengan regex deterministik dan dicocokkan 100% dengan angka klaim tiap file (rincian di tabel A4), sedangkan statistik resmi seperti skor dan jumlah vote dipakai apa adanya dari kedua situs. Skema 26 tema dibangun dari pembacaan manual atas sampel, diterapkan sebagai keyword-tagging ke seluruh data, lalu diaudit dua putaran, sehingga persentase di grafik menunjukkan proporsi review atau post dalam satu grup yang menyinggung suatu tema, dan itu mencerminkan ko-kemunculan kata, bukan sentimen. Karena angkanya deskriptif tanpa uji signifikansi, datanya bukan sampel acak penonton (10 akun teratas menyumbang 33% post forum MAL), 34% review MAL ditulis sebelum penulisnya menamatkan 12 episode, dan cakupannya hanya dua platform berbahasa Inggris, hasilnya sebaiknya dibaca sebagai pola, bukan bukti sebab-akibat.
Daftar Pustaka
AniList. (t.t.). Tokidoki Bosotto Rossiya-go de Dereru Tonari no Alya-san (Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian). Diakses 28 September 2026, dari https://anilist.co/anime/162804/Tokidoki-Bosotto-Rossiya-go-de-Dereru-Tonari-no-Alya-san/
MyAnimeList. (t.t.). Tokidoki Bosotto Russia-go de Dereru Tonari no Alya-san. Diakses 28 September 2026, dari https://myanimelist.net/anime/54744/Tokidoki_Bosotto_Russia-go_de_Dereru_Tonari_no_Alya-san
Lampiran: Data Mentah
Tabel di bawah ini angka mentah di balik grafik-grafik di atas, supaya pembaca yang penasaran bisa menghitung ulang sendiri.
A1. Distribusi skor resmi MAL (skala 1–10)
| Skor | Jumlah vote | % dari N |
|---|---|---|
| 10 | 25.816 | 8.8% |
| 9 | 38.912 | 13.3% |
| 8 | 88.435 | 30.2% |
| 7 | 85.183 | 29.1% |
| 6 | 32.843 | 11.2% |
| 5 | 12.495 | 4.3% |
| 4 | 4.772 | 1.6% |
| 3 | 2.001 | 0.7% |
| 2 | 913 | 0.3% |
| 1 | 1.323 | 0.5% |
| Total (N) | 292.693 | 100% |
A2. Distribusi skor resmi AniList (skala 10–100)
| Skor | Jumlah vote | % dari N |
|---|---|---|
| 100 | 7.899 | 9.6% |
| 90 | 15.685 | 19.0% |
| 80 | 25.599 | 31.0% |
| 70 | 19.253 | 23.3% |
| 60 | 7.311 | 8.9% |
| 50 | 3.538 | 4.3% |
| 40 | 1.419 | 1.7% |
| 30 | 915 | 1.1% |
| 20 | 346 | 0.4% |
| 10 | 575 | 0.7% |
| Total (N) | 82.540 | 100% |
Rumus yang dipakai (x = nilai skor, f = jumlah vote pada skor itu, N = total vote):
Rata-rata tertimbang: mean = Σ(x·f) / Σf
Standar deviasi (populasi): std = √[ Σf·(x−mean)² / Σf ]
Hasil: MAL → N=292.693, mean=7,516, std=1,463 | AniList → N=82.540, mean=76,44, std=15,70
A3. Label verdict vs rating numerik, review MAL (N=211)
| Verdict | n | % | Min | Max | Mean | Median |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Recommended | 97 | 46% | 6 | 10 | 8.25 | 8 |
| Mixed Feelings | 73 | 35% | 2 | 9 | 6.18 | 6 |
| Not Recommended | 41 | 19% | 1 | 7 | 4.37 | 4 |
| Semua (211) | 211 | 100% | 1 | 10 | 6.78 | 7 |
A4. Ringkasan cakupan data (full census)
| Bagian | N | Keterangan validasi |
|---|---|---|
| Review formal MAL | 211 | klaim file: “Reviews (211)”, cocok 100% |
| Review formal AniList | 12 | klaim file: “Reviews (12)”, cocok 100% |
| Post forum MAL | 7.614 | 145 thread, total “posts” di header = 7.614, cocok 100% |
| Entri forum AniList | 356 | 18 thread; 18 opening post + 338 balasan (klaim “comments” di header), cocok 100% |
| ↳ post MAL fase pra-tayang | 420 | sebelum 3 Jul 2024 |
| ↳ post MAL fase selama-tayang | 3.628 | 12 thread “Episode N Discussion” |
| ↳ post MAL fase umum/topikal | 3.566 | thread bebas episode |
| TOTAL record dianalisis | 8.193 | full census, 0 sampling |
| Akun unik penulis review MAL | 211 | – |
| Akun unik pemosting forum MAL | 1.854 | 10 akun teraktif = 33% dari semua post |
| Rentang tanggal review MAL | 2024-07-17 s/d 2026-08-01 | |
| Rentang tanggal post forum MAL | 2023-03-17 s/d 2026-09-03 | |
A5. Seluruh 12 review AniList individual (urut skor)
| Author | Skor | Helpful (up/total vote) | Tanggal |
|---|---|---|---|
| Chejo6G | 85/100 | 20/38 | 2024-12-27 |
| Sjaalman | 83/100 | 25/34 | 2024-10-13 |
| melamuna | 80/100 | 70/114 | 2024-09-18 |
| Take05 | 78/100 | 28/52 | 2024-09-20 |
| Zeichen | 76/100 | 9/43 | 2024-09-19 |
| Joshuapigeon | 75/100 | 16/21 | 2026-09-06 |
| Ihmcheck | 75/100 | 7/15 | 2025-06-17 |
| ShiaDeLaDoge | 70/100 | 23/39 | 2024-09-18 |
| YTPizzer | 64/100 | 13/36 | 2025-11-19 |
| ZNote | 50/100 | 108/202 | 2024-09-18 |
| JunieVargus | 50/100 | 8/28 | 2026-07-15 |
| Ionliosite2 | 40/100 | 48/110 | 2024-09-18 |
