Welcome To

Regnbue Gacha

Ask and Thou Shalt Receive.

[Review] Okashi na Tensei

Cuaca di luar masih cukup panas. Walau demikian, anime-anime musim panas mencapai garis akhir. Salah satu anime yang telah menyudahi perjalanannya sebagai yang awal dari semuanya adalah Okashi na Tensei.

Okashi na Tensei atau dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Sweet Reincarnation merupakan anime hasil adaptasi novel karangan Koryuu Nozomu dan Shuri Yasuyuki. Novel ini pertama kali muncul di situs Shousetsuka ni Narou pada tahun 2015 dan kemudian diterbitkan oleh TO Books pada tahun yang sama.

Anime yang dibuat oleh studio SynergySP ini menceritakan Pastry Mille Morteln yang merupakan seorang reinkarnator yang berprofesi sebagai koki pastry profesional di kehidupan sebelumnya. Karena sebuah kecelakaan, ia tewas dalam perlombaan yang dijalaninya dan diberikan kesempatan kedua oleh dewa untuk hidup lagi di dunia fantasi.

Pastry atau disingkat Pas memiliki mimpi untuk mewujudkan negeri di mana orang-orang bisa menikmati manisan dengan gembira. Untuk mewujudkannya, Pas harus mengembangkan daerahnya sebagai anak bangsawan kecil. Dengan segala pengetahuan akan pembuatan manisan dan kehidupan sebelumnya, Pas mengubah daerah yang miskin menjadi maju lewat kemampuannya.

Anime ini telah tayang sejak 4 Juli 2023 dan berakhir di episode 12 pada 12 September 2023. Bertema isekai yang sering sekali muncul akhir-akhir ini, bagaimana penilaian terhadap anime ini? Mari kita simak ulasannya.

Sebuah Oasis Yang Menyegarkan

Image of Sweet Reincarnation

Kalau dibilang musim panas kali ini sungguh kering, maka saya bisa setuju dengan pernyataan tersebut. Ada banyak anime yang tampil mengecewakan. Jadi, menemukan sebuah anime yang enak untuk diikuti merupakan sebuah kegembiraan tersendiri, meski anime itu belum sampai di level bagus amat.

Okashi na Tensei berhasil menjawab dahaga saya di tengah kekeringan anime bagus di musim ini. Memang tema isekai adalah tema yang klise. Sudah pasaran dan terlalu umum untuk dibahas. Tidak ada yang benar-benar spesial dari anime ini juga. Paket standar, lah, jika ingin menyebutnya.

Yang jelas, tidak ada hal buruk dalam menonton anime ini. Semua hal standar itu justru dibuat dalam sajian yang menyegarkan. Pengembangan cerita cukup lancar, tidak ada yang mengganggu sama sekali di mata saya. Ditambah tidak ada ekspektasi berlebih terhadap anime ini, membuat saya nyaman menikmati anime ini sampai tamat.

Karakterisasi dan Penamaan ala Polandia

Satu hal yang saya temukan dari anime ini adalah beberapa nama karakternya mengikuti gaya nama Polandia. Contohnya seperti Hubarek dan Kadlecek. Baru kali ini saya menemukan anime yang menggunakan style name Polandia dalam penyajiannya. Biasanya mereka lebih sering menggunakan penamaan British atau Dutch. Ini menambah rasa unik dalam paket standar animenya.

Bicara soal karakter, mereka juga berhasil membuat setiap karakter yang muncul tampil secara efisien. Tidak ada yang mubazir, semua mendapat peran sesuai kapasitasnya.

Karakter utama juga tidak tampil lebay. Dia bisa bertindak secara logis dan punya alasan kuat dalam setiap tindakan. Penampilannya memang mendekati beta, tetapi dalam tindakannya mendekati alpha.

Karena setiap karakter punya peran yang optimal, maka dari itu ceritanya bisa berjalan secara stabil. Oleh sebab itu, saya katakan sekali lagi tidak ada major mistake dari anime ini, membuat saya betah menontonnya sampai tamat.

Kekuatan Politik dan Manisan

Sepanjang jalan cerita animenya, lebih banyak ditampilkan konflik soal politik dan peperangan. Ini merupakan hal yang miris, mengingat karakter utama mempunyai mimpi membangun negara penuh dengan manisan dan kebahagiaan.

Dalam 12 episode, saya mencatat Pas hanya membuat beberapa tipe manisan saja. Itu adalah pai apel, permen (termasuk ringo ame), dan Tarte Tatin. Sisanya mungkin ada asinan apel yang saya tidak bisa sebut sebagai manisan. Belum ada kue semacam bolu atau tart yang ditampilan. Cheese cake mungkin muncul di bagian penutup, tetapi itu muncul di bagian ujung sekali. Kalau dikatakan apa itu cukup, bagi saya mungkin bisa ditambah momen masak-masaknya.

Politik dalam anime ini menjadi unsur yang sangat kental. Mengingat Pas datang dari keluarga bangsawan baru dengan status terendah, apalagi daerahnya hanya punya 3 desa saja. Memperkuat daerah menjadi fokus dalam cerita, walau Pas tidak punya niatan seperti itu. Lewat modal kemenangan melawan bandit dan kekuatan sihir uniknya, Pas mampu mengembangkan semua modal terbatas itu menjadi untung besar.

Di sinilah salah satu bagian cerita yang membuat saya jatuh hati dengan Okashi na Tensei. Modal terbatas yang ditampilkan di bagian awal cerita membuat saya terpesona bagaimana perang melawan bandit 50 vs 30 orang disajikan begitu memukau.

Satu arc yang mungkin membuat saya bingung adalah ketika Leteche mengundang Pas dalam acara minum teh. Itu hasilnya sama sekali zonk dan taktik Leteche malah jadi bumerang tanpa keuntungan buatnya.

Verdict: Soothing Anime/10

Ditampar perang dan politik sebagai sajian utama, anime ini sukses membuat cerita yang nyaman ditonton. Sesekali karakter utama tetap dalam koridor mimpinya untuk mencapai negeri manisan yang diidamkan, membuat penonton mempunyai rasa tenang ketika menyaksikannya.

Penggunakan karakter yang efisien juga berhasil menggerakan cerita lancar sebagaimana mestinya. Tidak ada kesalahan besar dalam penyajiannya membuat anime ini layak untuk ditonton ketika Anda sedang gabut tidak mendapat anime bagus di musim panas yang kering ini.

Update Honkai: Star Rail...

Melangkahlah ke dalam dunia lukisan, berjalan bersama Blade, dan...

Comifuro 22 Day 2:...

Setelah kemarin kita membahas CF 22 day 1, sekarang...

Comifuro 22 Day 1:...

Comic Frontier balik lagi! Pada seri Comic Frontiei kali...

POV Pertama Kali Ke...

Sebuah Tulisan Dari Yang Baru Pertama Ke Comic Frontier Comifuro...

Yamaha Fazzio Hadirkan Kolaborasi...

Yamaha Fazzio Hadirkan Kolaborasi dengan VTuber Arjuna Arkana di...

Comic Frontier 22 Hadir...

Comic Frontier 22 Hadir Lagi,  CBN Siap Ramaikan Event...

Update Honkai: Star Rail v4.3: Sambut Mortenax Blade

Melangkahlah ke dalam dunia lukisan, berjalan bersama Blade, dan ungkap kebenaran yang tertidur di kedalaman. Trailblazers! Kemarin, Honkai: Star Rail mengumumkan bahwa versi 4.3, "Terbenam...

Comifuro 22 Day 2: Saatnya Kita Hunting Merchandiseo

Setelah kemarin kita membahas CF 22 day 1, sekarang waktunya kita lanjut muter-muter di CF 22 day 2. Dengan flaw yang lebih santai CF...

Comifuro 22 Day 1: Padat Merayap, Tapi Mantap

Comic Frontier balik lagi! Pada seri Comic Frontiei kali ini yakni CF 22 tentu akan dipenuhi oleh banyak cerita yang menarik, jadi mari kita...

POV Pertama Kali Ke Comifuro

Sebuah Tulisan Dari Yang Baru Pertama Ke Comic Frontier Comifuro adalah acara wajib bagi wibu Indonesia, bahkan sampai disebut sebagai umroh-nya wibu. Tapi untuk sebagian...

Yamaha Fazzio Hadirkan Kolaborasi dengan VTuber Arjuna Arkana di Comic Frontier 22

Yamaha Fazzio Hadirkan Kolaborasi dengan VTuber Arjuna Arkana di Comic Frontier 22 Yamaha untuk pertama kalinya hadir menyapa para pengunjung di ajang eksibisi karya kreatif...

Comic Frontier 22 Hadir Lagi,  CBN Siap Ramaikan Event Pop Culture Terbesar! 

Comic Frontier 22 Hadir Lagi,  CBN Siap Ramaikan Event Pop Culture Terbesar!   CBN ikut meriahkan gelaran Comic Frontier 22 sebagai Official Internet Service Provider...

Comic Frontier 22 Kembali Hadir Menyapa Lebih dari 1.500 Circle Kreator dan Pegiat Budaya Pop

Comic Frontier 22 Kembali Hadir Menyapa Lebih dari 1.500 Circle Kreator dan Pegiat Budaya Pop Comic Frontier (Comifuro), ajang pameran eksibisi kreatif kembali hadir dalam...

Update Genshin Versi “Candra VII”: Ungkap Krisis Baru di Sumeru

Memperkenalkan Penyihir Nicole, Knight Lohen, dan Pemburu Penyihir Prune, serta membuka bab Quest Archon baru di tengah krisis Sumeru. Travelers! Genshin Impact waktu lalu mengumumkan...

Update Honkai: Star Rail v4.2: Semua Makhluk Tertawa Tiada Henti

Traiblazers! Kemarin, HoYoverse mengumumkan bahwa "Honkai: Star Rail" Versi 4.2 "Maka, Semua Makhluk Tertawa Tiada Henti"akan resmi dirilis pada 22 April 2026. Seiring peningkatan...