Welcome To

Regnbue Gacha

Ask and Thou Shalt Receive.

[Review] Sousou no Frieren

Jika ditanya apa anime yang bagus akhir-akhir ini, mungkin sebagian orang sepakat dengan sebuah anime yang bernama Sousou no Frieren. Enam bulan sudah di setiap Jumat malam episode-episode anime Sousou no Frieren hadir menemani dan itu menjanji momen yang luar biasa berkesan.

Total ada 28 episode dan 4 episode awal diluncurkan pada minggu pertama penayangan anime Sousou no Frieren. Madhouse sebagai rumah produksi dengan Saitou Keiichirou  sebagai sutradaranya sepertinya sangat niat mengerjakan adaptasi yang berasal manga karangan Yamada Kanehito dan Abe Tsukasa. Nama besar Evan Call juga turut berpartisipasi dalam perjalanan pembuatan anime ini lewat musik yang dikreasikannya. Sousou no Frieren juga mengandeng dua grup musik populer YOASOBI dan Yorushika untuk mengisi lagu pembuka sedangkan lagu penutup selama dua cour dinyanyikan oleh milet.

Kalian bisa menonton seluruh episode lengkapnya di Muse Asia atau Muse Indonesia, gratis!

Melihat komposisi maestro berkumpul dalam anime ini, tentu saja embel-embel anime nomor 1 di situs MyAnimeList saat ini bukan isapan jempol. Frieren bahkan bisa melewati Fullmetal Alchemist yang baku di singgasana selama ini dan bertahan dengan gap skor yang cukup lebar. Menyebut mahakarya terhadap anime yang baru tamat mungkin berlebihan, tetapi itu belum cukup menggambarkan betapa indah perjalanan kehidupan fana yang digambarkan dalam anime ini.

Madhouse Competence & Saitou Keiichirou Hands

Untuk kalian yang belum tahu, Madhouse merupakan studio anime yang hampir selalu berhasil mengadaptasi serial menjadi tontonan yang lebih dari sekadar kata bagus. Sebut saja judul anime seperti Hunter x Hunter (2011), No Game No Life, Death Note, One Punch Man, Sora Yori Mo Tooi Basho, Cardcaptor Sakura, Hajime no Ippo, dan masih banyak lagi. Semua judul itu merupakan hits di masanya dan masih dikenang sebagai jajaran anime terbaik hingga sekarang. Kalau ada aib Madhouse di Mahou Sensou itu hanya satu kesalahan dari 100 kali pekerjaan.

Untuk kepala proyek animenya, sang sutradara Saitou Keiichirou juga bukan orang sembarangan. Ia adalah orang yang pernah membuat anime Bocchi the Rock melejit. Karya yang belum punya nama besar saja bisa ia kerjakan luar biasa, apalagi Sousou no Frieren yang sudah ada nama di kalangan pembaca manga?

Hasil kolaborasi Madhouse dan Keiichirou jelas terlihat dari animasi yang bukan main. Dengan dukungan studio veteran Madhouse, sentuhan Keiichirou lebih menjadi-jadi terutama di bagian aksi. Ini yang membedakan anime dengan manga. Anime lebih bisa menampilkan bagian aksi sampai penonton dibuat terpukau berkali-kali. Maka dari itu seri ini tidak bisa dibantah apabila dimasukkan ke dalam demografi shounen. Bisa dibilang anime Sousou no Frieren tidak punya visual yang jelek.

Frieren jarang sekali menampilkan adegan aksi, tetapi sekalinya muncul, beuh sakuga parah!

Keiichirou juga melakukan title drop di episode 8 seperti yang ia lakukan pada anime Bocchi the Rock. Ucapan kalau anime bisa sempat mengeluarkan title drop itu fix kino mungkin awalnya gertakan sambal, tetapi ini benar-benar terjadi dan bisa kita lihat sepanjang 2 cour berjalan Frieren tampil stabil menjadi anime yang mendapat prioritas tinggi bagi para otaku.

Dari YOASOBI, Yorushika, milet, hingga Evan Call

Keputusan tim produksi menggandeng nama yang sedang beken YOASOBI pada paruh pertama mengundang banyak pembincangan. Beberapa berkomentar kalau lagu YOASOBI terlalu jedag-jedug, tidak cocok untuk tema fantasi.

Lagu pembuka pertama dari YOASOBI berjudul “Yuusha” berhasil mendekati 100 juta views saat artikel ini ditulis.

Masuk ke paruh kedua, Yorushika meneruskan peran YOASOBI sebagai penyanyi lagu pembuka baru dan orang-orang yang mengeluh opening YOASOBI tadi berbalik menerima lagu pembuka yang dibawakan Yorushika. Padahal keduanya sama-sama menggunakan alat musik modern seperti drum dan gitar listrik. Untuk Yorushika malah ketukan drum dan alunan gitar listrik lebih kentara karena instrumen yang digunakan serta rhythmnya ribet terutama di bagian awal.

“Hare” dibawakan Yorushika untuk opening kedua Sousou no Frieren.

Saya bukan membela YOASOBI, tetapi yang saya sayangkan adalah standar ganda untuk orang-orang seperti ini. Keputusan tim produksi saya rasa sudah tepat karena menggaet nama besar seperti YOASOBI dan Yorushika yang saat itu sedang dalam masa puncak. Ini mengundang niat penonton yang sama-sama sekali belum mengenal serial ini untuk ikut dalam perjalanan Frieren.

Untuk lagu penutupnya, milet konsisten membawakan satu lagu yang berjudul Anytime Anywhere selain dari lagu penutup 4 episode pertama yang berjudul bliss. Lagu Anytime Anywhere ini paling pas menjadi akhir bagian di setiap episode. Momen puncaknya saat episode 28, waktu lagu ini diputar terakhir kalinya, saya dibuat merinding mendengarnya. Kalau kita mau sebut adu siapa paling fantasi pemenangnya di sini adalah milet.

Ending yang tak tergoyahkan bertahan 2 cour, lagu ini membuat emosi penonton ikut hanyut bersamaan dengan visual yang memukau.

Musik anime Sousou no Frieren semakin lengkap dengan hadirnya Evan Call yang mengerjakan background music dalam adegan animenya. Ekseksusi Evan Call sebagai orang yang pernah mengerjakan musik untuk Violet Evergarden sangat cocok untuk suasana yang dihadirkan dalam anime Sousou no Frieren. Beberapa lagu seperti Zoltraak sukses meraup atensi penonton dengan kemegahan suara di saat momen krusial.

Kepada Fans Frieren dan Yang Baru Memulai

Pujian demi pujian terus ditulis untuk anime Sousou no Frieren. Kalau kalian perhatikan, saya jarang sekali membahas panjang masalah teknis dan lebih menekankan ke cerita dalam kebanyakan review saya. Terlebih lagi, untuk mengulang judul anime juga merupakan hal yang jarang saya tulis karena saya lebih suka menulis “anime ini” dan frasa sebanding. Jadi, apakah anime ini kino? Tentu saja kino!

Cerita Frieren bukanlah skema grand adventure pahlawan mengalahkan musuh-musuhnya. Ini adalah keindahan hidup. Melewati kisah-kisah kecil, momen kilas balik yang tepat, kita banyak belajar kehidupan dari perjalanan elf yang selama ini berpikir waktu bisa disia-siakan dengan mudah. Hubungan antar manusia bahkan dengan pencipta sering kali saya temukan makna tersiratnya yang begitu sejuk untuk diterima. Orang ateis bahkan mungkin bisa percaya Tuhan kalau nonton anime ini.

Image of Frieren: Beyond Journey's End

Adegan Eisen berdoa menjadi salah satu dari detail kecil yang saya sukai dari anime ini.

Terlepas dari itu semua, saya harap fans Frieren tidak jumawa. Meski Frieren bisa dikatakan anime terbaik untuk sekarang, tidak melepas kemungkinan kita bisa melihat karya yang lebih bagus dari ini. Toh, perjalanan Frieren ke Ende masih sangatlah panjang. Jangan mengulangi kesalahan yang sama dari fandom Fullmetal Alchemist yang mencoreng nama seri itu sendiri.

Musim kedua terlihat samar-samar, tetapi saya harap kombinasi Madhouse dan Keiichirou bisa meneruskan lembar karya yang sudah terisi ini hingga ceritanya selesai. Frieren akan lebih bagus jika kita bisa melihat akhir cerita yang indah suatu saat nanti.

Beyond Journey’s End/10

Tidak ada manusia normal yang berkata kalau Sousou no Frieren adalah anime yang jelek, setidaknya dari segi audio dan visual. Inilah salah satu anime terbaik yang pernah ada di muka bumi. Tidak ada hal yang berlebih dalam pujian dalam tulisan ini. Murni dari segala lini anime ini punya backing yang kokoh.

Walau saya memberikan sanjungan keras, harus dipahami kalau Sousou no Frieren adalah anomali meta. Frieren bukanlah anime shounen yang bisa kalian temukan pada umumnya. Jadi, jangan terlalu banyak berekspektasi karena Frieren punya formulanya sendiri, yaitu menikmati hidup dari hal-hal yang kecil. Kamu tidak perlu banyak memikirkan hal rumit, karakter dalam Frieren dibuat sederhana dan mudah dipahami penonton tanpa harus memikirkan hal-hal yang besar.

Berkemaslah ke Ende, penuhilah hasrat perjalananmu. Temukanlah makna kehidupan sekecil apa pun. Mungkin bisa kamu dapat dari anime ini, mungkin pula akan kamu dapat setelah menonton anime ini.

Ada banyak momen indah dalam anime ini yang tentu sulit disebutkan satu per satu, cobalah untuk temukan mana bagian yang paling masuk ke hatimu.

Update Honkai: Star Rail...

Trailblazers! Kemarin, Honkai: Star Rail mengumumkan bahwa Versi 4.0...

Update Zenless v2.6: Angels...

Proxy! Kemarin, Zenless Zone Zero mengumumkan bahwa versi 2.6...

Genshin Impact Versi Candra...

Ayo bekerja sama dengan Columbina si Gadis Bulan, sekaligus...

Update Honkai: Star Rail...

Trailblazers! Honkai: Star Rail mengumumkan bahwa Versi 3.8 "Kenangan...

Comic Frontier 21 After...

Ya, kamu tidak salah baca. Jadi, penulis tidak perlu...

Versi “Candra III” Genshin...

Versi mendatang akan menghadirkan Durin, sang naga yang memiliki...

Update Honkai: Star Rail v4.0: Sambut Planarcadia dan Path Terbaru: Elation

Trailblazers! Kemarin, Honkai: Star Rail mengumumkan bahwa Versi 4.0 "Tatkala Purnama, Tiada Batara" akan resmi dirilis pada 13 Februari mendatang! Dalam update kali ini,...

Update Zenless v2.6: Angels of Delusion Resmi Debut!

Proxy! Kemarin, Zenless Zone Zero mengumumkan bahwa versi 2.6 "Encore untuk Impian Tertidur" akan resmi rilis pada 6 Februari mendatang! Sebagai Interlude setelah klimaks...

Genshin Impact Versi Candra IV Merayakan Tahun Baru Bersama Columbina dan Lantern Rite

Ayo bekerja sama dengan Columbina si Gadis Bulan, sekaligus menyambut tahun baru Teyvat bersama rekan baru, Zibai di versi terbaru. Singapura, 2 Januari 2026 –...

Update Honkai: Star Rail v3.8: Kembali ke Penacony, Bernostalgia

Trailblazers! Honkai: Star Rail mengumumkan bahwa Versi 3.8 "Kenangan adalah Pembukaan dari Mimpi" akan dirilis dalam waktu dekat! Perjalanan epik di Amphoreus telah berakhir....

Comic Frontier 21 After Story: Wariskan Encok Seminggu

Ya, kamu tidak salah baca. Jadi, penulis tidak perlu menulis pembelaan sepanjang satu paragraf buat ngasih alasan kenapa baru sekarang ada artikel post CF21....

Versi “Candra III” Genshin Impact akan dirilis pada 3 Desember, merayakan kedatangan Malam Doa Rembulan dan Durin

Versi mendatang akan menghadirkan Durin, sang naga yang memiliki dua status pertempuran berbeda, dan juga melanjutkan kisah Nod-Krai ke bab berikutnya. Singapura, 21 November 2025...

Menuju Comic Frontier 21: Ateris By Regnbue Pun Ikut Meramaikan

Comic Frontier 21 Siap Digelar di ICE BSD, Hadirkan Lebih dari 1.300 Circle Kreatif dari Dalam dan Luar Negeri Comic Frontier (Comifuro), akan segera kembali...

Comic Frontier XXI: Seperti Bioskop, Penuh Sajian Konten

Ajang pasar kreatif terbesar di Indonesia, Comic Frontier (Comifuro) XXI, akan kembali diselenggarakan pada 15-16 November 2025, bertempat di Hall 7–10, Indonesia Convention Exhibition...

Genshin Impact Versi Candra II Menghadirkan Sistem UGC Miliastra Wonderland pada 22 Oktober!

Update ini menyoroti peluncuran resmi sistem UGC baru, Miliastra Wonderland, menghadirkan perkembangan alur cerita baru di Nod-Krai dan memperkenalkan Nefer sebagai Karakter baru. Singapura, 10...