Masak Akhir Bulan Regnbue di Korea Selatan (PART 1)

Masak akhir bulan regnbue akan bertema tentang masak akhir bulan di korea Selatan

Nah... Regnbue akan membahas tentang bagaimana cara bertahan hidup (mengisi perut) dengan sehemat mungkin dengan biaya hanya dengan 1000 won/per item, tapi sudah bikin kalian kenyang terutama disaat akhir bulan dan di tambah lagi sedang berada di luar negeri, untuk saat ini di Korea Selatan dulu yah~

Artikel ini akan terbagi dalam 3 part, yaitu:

  1. Part 1, membahas tentang Alat masak & Karbohidrat (nasi & mi)
  2. Lauk pauk (non babi )
  3. Lauk pauk (babi + alcohol)

Pertama-tama di part 1 ini akan membahas bagaimana cara memasak saat di korea dan persediaan untuk karbohidrat kalian selama masak akhir bulan, karena kita sebagai orang indonesia sudah pasti membutuhkan NASI, karena TANPA NASI BERARTI BELUM MAKAN !!!

Sebelum membahas ke bagian inti, kalian harus mengetahui kurs dari rupiah-won terlebih dahulu:
untuk 1 Rupiah = 12.43 won (kurang lebih segitu, karena sering naik turun nilai kursnya)
kalau malas menghitung, tambahkan saja satu digit angka 0 di belakang harga won.
Contoh: 1000 won = Rp 12.428 (versi malas menghitungnya yaitu Rp.10.000)

Kemudian, kalian perlu mengetahui perbandingan makanan siap saji yang termurah. di korea sendiri kurang lebih fasilitas minimarket mereka menjual nasi kepal (800-1500 won), sushi/gimbap (+1500 won), dan berbagai nasi box seperti bento (3500-5500 won). dan untuk makan di restauranpun untuk 1 porsi makanan berat saja harganya sekitar 3500-9000 won. jadi, sepertinya jika kalian berhemat dengan memasak sendiri dapat menghemat pengeluaran kalian selama tinggal di Korea Selatan, terutama bagi yang menetap lebih dari 1 bulan atau turis yang berkunjung dalam waktu yang pendek.

Oke, mari kita mulai pembahasanya…
di tempat tinggal kalian di korea (Asrama, Guest House, Hotel atau dimanapun) pasti sudah tersedia fasilitas Microwave yang dapat kalian gunakan dengan gratis, jika tidak ada microwave di tempat kalian tinggal maka kalian dapat menumpang menggunakan microwave di convinience store (jika kalian nekat saja dan berani malu). Atau jika kalian beruntung maka kalian dapat menggunakan fasilitas kompor + perlengkapan masaknya jika ada!!!

Jika di tempat kalian sudah Microwave atau Kompor. Mari kita belanjut ke bagian pemenuhan karbohidrat kita:

  1. Nasi

Karena kita sebagai warga +62 yang sejak kecil terbiasa dengan makan nasi, maka saat di luar negeri pun kalian pasti mencari nasi agar perut kalian kenyang. Untuk di korea sendiri nasi sangat mudah di cari karena warga disini juga makan nasi. Tapi untuk makan nasi kita membutuhkan beras, jadi jika kalian ingin makan nasi kalian harus memiliki beras dan memiliki rice cooker atau kompor.

Harga beras asli produk korea, rata-rata untuk 10kg saja seharga kurang lebih diatas 55k won

Tapi, kalau mau lebih hemat kalian dapat membeli beras impor dari Vietnam atau Thailand saja. karena beras import Vietnam/Thailand harganya kurang lebih 33k won untuk 10kgnya.

Perbedaan beras korea dan beras Vietnam & Thailand itu adalah di bentuk bulir beras, kekenyalanya... untuk beras Korea mungkin kurang lebih sperti beras jepang juga, karena bentuk bulir berasnya lebih pendek dan tebal. Untuk beras vietnam & Thailand kurang lebih sama seperti beras indonesia yang sediki panjang dan tipis.

Tapi tidak perlu khawatir untuk soal beras, karena di setiap supermarket, minimarket dan toko klontong pun banyak menjual nasi yang sudah masak dengan harga 1000 won untuk yang berukuran paling kecil yaitu 200gram. Kalau mau lebih kenyang lagi kalian dapat memilih nasi yang lebih dari 200 gram, karena terdapat banyak varian berat untuk setiap nasi instantnya.

bagaimana rasa nasinya ???
Nasinya enak kok, tidak lembek dan tidak keras, ibaratnya kalau buat yang sering masak nasi goreng, nasi instan korea sangat sempurna untuk di jadikan nasi goreng karena sudah pulen dan tidak lengket untuk setiap butirnya. Atau kalian dapat membeli nasi kepal (onigiri) di convenience store, akan tetapi harganya bervariatif, terkadang ada yang 1000 won, terkadang juga lebih tergantung isi lauknya, akan tetapi nasi instant lebih berat dibandingkan nasi kepal untuk soal kuantitinya

  1. Mi instan (Ramyeon)

Mi menjadi pilihan kalian disaat tidak ingin makan nasi. Nah untuk jenis mi instan di korea terdapat dua jenis mi, yaitu mi yang tipis seperti mie instant indonesia dan mi yang tebal seperti yang biasa kalian makan di mi Samyang. Dan juga mie di korea itu besar-besar kemasanya tidak seperti mi kita yang kemasannya lumayan kecil. Jadi kalau makan mi di korea, 1 bungkus saja sudah membuat kalian kenyang, membuatnya pun sangat mudah dapat menggunakan kompor atau menggunakan microwave saja, atau kalian dapat memilih mi instant cup/bowl yang hanya perlu di seduh dengan air panas saja, tapi mi instan cup/bowl harga satuanya 2x lipat dari harga satuan untuk mi instan biasa.


Mie Ottogi Ramensari ini hanya seharga 1550 won untuk kemasan 1 pack dengan isi 5 bungkus mi didalamnya, tapi perlu kalian ketahui, kalau mi ottogi ramen sari di atas ini TIDAK ADA BUMBUNYA, mi ini ibarat kalau di indoesia kaya mie telor kuning, yang tanpa bumbu. Jadi kalian harus memberikan racikan bumbu sendiri agar rasanya enak, dan teksture mie ini ialah tebal seperti samyang.


mie brand paldo ini seharga 1900 won untuk kemasan 1 pack isi 4 bungkus mie, untuk rasanya lumayan bisa diterima oleh masyarakat +62 karena rasa bumbu dari mi ini sangat menyegarkan layaknya kuah champong (jika kalian tau). Dan teksture mie ini ialah tebal seperti Samyang.


mi snack myeon ini seharga 1900 won untuk kemasan 1 pack isi 5 bungkus mie, untuk rasanya sih... sepertinya untuk beberapa orang tidak akan cocok dengan rasa bumbunya, karena rasa bumbunya tidak menyegarkan dan meninggalkan kesan rasa asam dan sedikit manis, dan teksture mie ini ialah tipis seperti indomie.

 

BERSAMBUNG KE PART 2...